Kualitas Kayu Furnitur Jepara

Furnitur Jepara yang yang biasanya memproduksi set kursi jati biasanya memiliki kualitas yang berbada-beda. Berikut ini penjelasan perbedaan kualitas furnitur Jepara seperti set kursi jati yang kami produksi, kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin karena ada begitu banyak istilah dalam industri mebel Jepara yang bahkan mungkin membuat kebingungan bagi masyarakat umum.

Dan juga perlu diingat bahwa setiap perusahaan memiliki standar kualitas yang berbeda. Jadi mungkin anda akan memperoleh penjelasan mengenai furnitur Jepara yang berbeda dari perusahaan lainnya.

kamar set jepara

berikut penjelasan singkat mengenai kualitas furnitur Jepara:

Jadi mari kita bicara tentang kayu, faktor utama yang mempengaruhi perbedaan kualitas furnitur Jepara. dalam posting ini kita akan membahas kayu jati hanya untuk studi kasus. Tetapi penjelasan ini juga dapat berlaku untuk jenis kayu lain seperti mahoni, mangga, mindi dan lain-lain. Karena pada dasarnya semua jenis kayu membutuhkan perlakuan yang sama. Harga jati dipengaruhi oleh 3 hal utama, yaitu ukuran diameternya, panjangnya dan daerah asal pertumbuhannya. Daerah penghasil kayu yang baik digunakan untuk membuat kamar set jati dan set kursi jati adalah blora, cepu, pacitan, gunung kidul, soppeng sulawesi dan banyak lainnya.

Ukuran kayu A1 atau OP memiliki diameter 15-20 cm. Kayu gelondongan berukuran 10-15 kadang-kadang disebut DL, sebaiknya pengusaha furnitur Jepara tidak menggunakan ini untuk membuat set kursi jati. Kayu ini sulit diolah karena cenderung tidak stabil pada serat kayudan lengkungannya. Patah dan susut adalah masalah utama dari kayu kualitas DL. Pengusaha furnitur jepara sebaiknya menggunakan kayu dengan diameter 18 cm ke atas, sehingga tidak repot-repot menanganinya.

Kayu A2 memiliki diameter 20-30 cm, dengan ukuran indikasi ini usianya sudah cukup tua, yang berarti bahwa penampang kayu lebih kuat dan lebih lebar dari ukuran kayu A1 di atas. semakin tua kayu, semakin banyak lapisan kambium (lapisan yang membentuk batang pohon) berarti semakin stabil penampang kayu yang dihasilkan.