Bijaksana Ber-Sosial Media Ketika Haji dan Umroh

Memanglah mengunggah aktivitas ibadah secara universal di medsos kurang bijaksana, sebab memanglah sejatinya ibadah wajib dilindungi keikhlasannya. Lebih- lebih ibadah haji,

ibadah yang yang agung di mana ibadah haji mempertaruhkan harta, jiwa serta tenaga sekalian.

Bahkan

ibadah haji cuma dapat dicoba oleh mereka yang diberi taufik oleh Allah. Terdapat yang memiliki harta, kesehatan serta waktu namun tidak terdapat kemauan lekas haji terdapat pula sebaliknya, sangat mau namun tidak terdapat harta ataupun tidak terdapat waktu ataupun tidak terdapat kesehatan yang baik.

Saat ini untuk berhaji ada beragam pilihan dan resmi, contoh Haji Furoda, merupakan program haji tanpa antri dengan Visa Undangan dan kuota resmi dari pemerintah Arab Saudi, meski biayanya mahal, dapat menjadi solusi bagi anda yang tidak ingin menunda lama untuk berhaji.

Pentingnya sebuah keikhlasan dalam beribadah haji

Satu perihal yang mesti terlampau dijaga dalam ibadah haji dan umrah adalah keikhlasan, yaitu cuma mengharap pahala berasal dari Allah Ta’ala semata, bukan sebab riya’, bukan sebab pujian manusia dan bukan sebab “gengsi-gengsian”. Sebaiknya sebelum akan naik haji, kami hindari terlampau banyak menceritakan berita akan naik haji ke mana-mana, mengunggah foto-foto latihan saat manasik di HP dan sarana sosial. Apalagi ada sebagian penduduk kami yang sebelum akan naik haji mengadakan acara “selamatan” besar-besaran yang tidak bijaksananya adalah acaranya dipaksakan, dana untuk acara nyaris sama dengan dana berangkat haji. Kita mestinya mesti banyak-banyak bermuhasabah, sebab ibadah haji adalah ibadah yang agung dan butuh banyak pengorbanan baik fisik dan harta dan juga kesempatan melaksanakannya terlampau tebatas.

Kita tentu harus muhasabah, supaya ibadah haji kita bukan sekedar haji formalitas. Di lebih dari satu wilayah banyak terdapat cibiran berasal dari masyarakat, udah kaya, anak berhasil semua, usia udah merasa lanjut, kok tidak naik haji. Ia dapat memperoleh cibiran berasal dari penduduk seperti itu. Atau dapat terhitung dikarenakan gengsi-gengsian, naik haji disangka adalah simbol puncak keberhasilan seseorang. Jika naik haji bermakna dia udah sukses, kaya, anak berhasil dan udah miliki harta yang banyak.

Persoalan niat adalah persoalan yang amat berat, sebenarnya bukanlah perkara yang ringat untuk berbuat ikhlas. Bisa jadi kemauan awal ikhlas, namun di tengah-tengah dapat jadi riya’ atau tiba-tiba ada pujian manusia yang datang padahal ia tidak harapkan, lantas ia jadi tidak ikhlas.

Sebaiknya mengusahakan menyembunyikan amalan

Yang terbaik adalah kami mengusahakan menyembunyikan amal ibadah haji kita, cuma memberitahu kepada yang berkepentingan saja, sekiranya keluarga dan teman-teman di area kerja. Bukan obral ke sana dan ke sini. Allah mencintai hamba-Nya yang menyembunyikan amalnya dan mencintai hamba yang cuma mengharap ridha Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amalannya. (HR Muslim no. 2965).

Boleh memberi Informasi seputar haji atau berbagi ilmu

Tidak mengapa meng-upload info-info mutlak seputar haji atau berbagi tips pengalaman seputar haji dan umrah. Semoga ini dapat berfungsi bagi kaum muslimin yang sedang menunaikan atau bakal menunaikan ibadah haji.

Misalnya tips supaya tidak tersesat di masjid nabawi atau info perihal cuaca dan suasana terakhir di sana. Ini tidak mengapa asalkan tetap mengupayakan merawat keikhlasan. Semoga ilmu yang kami sampaikan berfungsi bagi kaum muslimin.

Semoga Allah tetap mengikhlaskan tekad kami dan semoga jamaah haji kaum muslimin tetap mengupayakan merawat tekad ikhlas mereka. Amin ya mujiibas saa-ilin.