Sejarah tafsir mimpi dalam kebudayaan manusia

Istilah tafsir mimpi adalah sesuatu yang sudah sangat tua di dalam peradaban manusia. Kita bisa melihat dari berbagai dokumen sejarah bahwa praktik tafsir mimpi ini sudah berlangsung selama ribuan tahun.

Kisah-kisah seperti ini tercatat di dalam berbagai dokumen keagamaan dan juga artefak artefak sejarah. Ada beberapa kebudayaan yang bisa kita ketahui mempunyai penafsiran akan mimpi, yaitu mesir, mesopotamia, cina, dan lain sebagainya.

Itu hanya sebagian kecil dari peradaban peradaban kuno yang mempunyai bukti-bukti tentang keberadaan penafsiran mimpi. Namun aktivitas tafsir mimpi ini sendiri masih terus berlangsung hingga saat ini.

Mungkin hal seperti ini menjadi warna di banyak kebudayaan karena ada banyak orang yang merasa kuatir dengan mimpi-mimpi yang mereka dapatkan. Rasa kuatir atau rasa keingintahuan tentang apa yang akan terjadi di masa depan itulah yang mungkin mendorong manusia untuk mengembangkan pengetahuan tentang tafsir mimpi.

Tapi apakah tafsir mimpi itu benar-benar akurat atau tidak? Hal ini masih menjadi perdebatan diantara banyak orang karena seperti yang kita ketahui tidak ada tafsir mimpi yang akurat 100%.

Pada umumnya tafsir mimpi itu cenderung meleset namun dalam beberapa kejadian beberapa tafsir tersebut ternyata benar-benar terjadi. Ada beberapa orang yang menganggap ini sebagai bagian dari probabilitas saja.

Artinya jika anda mengatakan tentang sesuatu hal maka akan ada probabilitas hal tersebut memang akan terjadi. Jadi orang orang beranggapan bahwa jadinya tafsir mimpi itu tidak lebih dari sekedar angka statistik gimana jika ada yang gagal maka akan ada sebagian yang berhasil.

Beberapa orang mengembangkan teori lainnya bahwa kejadian-kejadian tafsir mimpi yang benar-benar terwujud adalah efek dari alam bawah sadar orang tersebut. Jadi pada saat orang tersebut mendengarkan tafsir mimpi itu maka alam bawah sadarnya berusaha mewujudkan nya.

Jadi bukan mimpi yang menentukan apa yang terjadi di masa depan tetapi sikap orang tersebut terhadap tafsir mimpinya. Di sisi lain parapsychology berpendapat bahwa mimpi adalah keinginan keinginan atau kekuatiran kekuatiran yang terpendam.

Keinginan keinginan atau kekuatiran ini muncul ke permukaan pada saat seseorang berada dalam keadaan pasif. Lalu hal itu diproyeksikan oleh otak mereka menjadi mimpi. Jadi bukan hal yang aneh jika ada beberapa diantara mimpi yang kemudian terwujud di dunia nyata karena memang itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh orang tersebut.

Jadi secara sadar atau tidak sadar orang tersebut akan melakukan hal-hal yang berusaha untuk mewujudkan nya. Pendapat psikologi ini cukup di terima oleh beberapa kalangan akademisi dan memang sering dipergunakan untuk penanganan berbagai masalah kejiwaan.

Dunia psikologi menggunakan pengetahuan tentang mimpi yang dialami oleh seseorang untuk menggambarkan kondisi kejiwaan orang tersebut.

Dengan mengetahui mimpi dari orang tersebut seorang psikolog bisa membuat diagnosa tentang kondisi kejiwaannya walaupun ada beberapa hal yang tidak diceritakan oleh orang tersebut. Jadi ini adalah beberapa implementasi dari tafsir mimpi yang ada di dalam masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *