2 Petani Dibacok Di Kabupaten Buru

Dua orang petani di Desa Waeflan, kecamatan Wilata, Kabupaten Buru, Soripto (45) dan Diding Hadi (40), ditikam oleh Manhita Nurlato yang dikenal sebagai Sakolit (30) pada Minggu pagi (7/6) sekitar pukul 08.00 WIT.

Pelaku penusukan bernama Sakolit diketahui warga Dusun Wael, Desa Wimasinghe, Kabupaten Wisama, Kabupaten Buru Selatan.

Sakolit adalah kakak dari Nella Nurlatu, pelaku pembunuhan sadis tiga orang di Desa Willicote, Kabupaten Wisama, selatan Kabupaten Buru pada tahun 2019.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Namlea memvonis adiknya, Nella Nurlatu, dengan hukuman penjara seumur hidup. Jaksa Agung sebelumnya menuntut hukuman mati, karena tindakannya sadis.

Korban dan saksi, Rifai, bersama warga sekitar menuturkan ciri-ciri pelaku adalah rambut ikal hitam panjang sampai telinga, kulit coklat tua, panjang sekitar 165 cm dan berat 55 kg. Saat kejadian, pelaku menggunakan baju lengan pendek berwarna biru dan celana pendek serta membawa parang.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui motif penusukan tersebut, karena pelaku kabur ke dalam hutan sebelum ditangkap warga. “Pelaku kabur duluan,” kata Rifai, saksi mata yang lolos dari kekejaman Sakolit.

Kejadian tersebut dibenarkan Kabag Humas Polres Pulau Boro Ipda Zulkifli Asri yang dihubungi. Ipda Zulkifli Asri menjelaskan, polisi dikerahkan untuk mencari dan menangkap pelaku.

Menurut Ipda Zulkifli, aparat kepolisian dengan bantuan TNI juga telah disiagakan di Desa TKP Waeflan dan sekitarnya untuk mengantisipasi.

Apalagi, informasi yang dihimpun dari korban Soripto menyebutkan bahwa saat itu ia sedang memperbaiki bagian depan pagar rumahnya. Tiba-tiba pelaku muncul dari halaman kosong samping rumah.

Setelah mendekat, Sakolit segera melukai dengan sabitnya dan tiba-tiba memukul mundur Soripto dengan tangan kanannya, melukai lengannya.

Sakolit kemudian kabur ke rumah saksi. Rifai yang saat itu sedang mengikat tali jemuran di samping rumahnya. Saksi tidak mengetahui bahwa Sakolit baru saja memukul Soripto.

Saat bertemu Rifai, pelaku saling berbasa-basi, yang dijawab Rifai: “Kamas tali nilon?” Pelaku terus mendekat dan berusaha menebas korban, saksi menghindari tikaman dan lari pulang mengambil parang.

Dengan sabit di tangannya, saksi Rifai kembali dari rumah, namun pelaku sudah tidak terlihat lagi.

Saksi mendengar istri Diding Hadi berteriak minta tolong. Saksi kemudian lari ke rumah Diding Hadi dan mendapati tetangganya duduk di depan TV sudah menderita luka tusuk. Kejadian ini membuat heboh warga dan menarik banyak media berita di Ambon.

Saksi Rifai langsung membantu Diding Hadi dengan berusaha menghentikan pendarahan dari luka temannya.

Banyak warga yang mendengar teriakan minta tolong istri Diding Hadi, sehingga mereka datang ke rumah dan beberapa berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku sudah melarikan diri ke hutan di belakang desa.

Menurut Diding dan istrinya, pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan menikamnya hingga duduk di bagian belakang leher dan langsung kabur. Korban sedang menonton TV dan istrinya, yang menyaksikan kecelakaan itu, berteriak minta tolong seperti yang diceritakan ke beberapa media berita Maluku.

Korban Diding Hadi mengalami luka robek di leher belakang sedalam 10 cm, dalam 1 cm dan lebar 1/2 cm, serta mengeluarkan darah aktif. Pukul 11.00 WST, ia dirujuk ke Rumah Sakit Namlea untuk perawatan medis lebih lanjut.

Korban Soripto mengalami luka robek di lengan kanan, panjang 5 cm, dalam 1 cm, dan lebar 1/2 cm. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Puskesmas Desa Wuilu, Kecamatan Wilata, dalam keadaan sadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *